logo_raksa
 
 
     
 
   
 
 
     

ESTATECARE

 

|----------------------------------------------------------------------------------------------------------------|

Apakah yang dimaksud dengan Jumlah Pertanggungan?
Jumlah pertanggungan adalah harga/nilai sesungguhnya dari barang-barang yang diasuransikan.

Bagaimana menentukan harga pertanggungan untuk asuransi kebakaran?
Penentuan harga pertanggungan berdasarkan Indemnity Basis atau Reinstatement Basis, tergantung keinginan Tertanggung.

Apakah yang dimaksud dengan Indemnity Basis?
Indemnity Basis adalah suatu sistem dimana nilai pertanggungan ditentukan dengan memperhitungkan faktor depresiasi sehingga diperoleh nilai sesungguhnya (actual value)

Contoh:
Rumah dibangun tahun 1990 senilai Rp. 100.000.000,00, Biaya untuk membangun rumah dengan spesifikasi yang sama pada tahun 2000 sebesar Rp. 200.000.000,00.
Bila dianggap rumah tersebut memiliki masa pakai 50 tahun,

maka nilai pertanggungannya menjadi:

Rp. 200.000.000,00 - ( (10/50) x 100% x Rp. 200.000.000,00) = Rp. 160.000.000,00

Apakah yang dimaksud dengan Reinstatement Basis?
Reinstatement Basis adalah suatu sistem dimana nilai pertanggungan ditentukan berdasarkan nilai pemulihan kembali tanpa memperhitungkan faktor depresiasi. untuk kasus di atas maka nilai pertanggungan sebesar Rp. 200.000.000,00. Sistem ini ditandai dengan dicantumkannya klausula Pertanggungan Nilai Pemulihan (Reinstatement Value Clause) untuk Bangunan dan Mesin

Faktor apa yang mempengaruhi suku premi untuk asuransi kebakaran?

Beberapa faktor yang mempengaruhi suku premi:

  • Lingkungan sekitar bangunan tersebut
  • Kelas konstruksi bangunan tersebut
  • Peruntukan atau pemanfaatan bangunan tersebut atau okupasi
  • Tersedianya fasilitas pemadam api (sprinkler/hydrant/alat pemadam api ringan)
  • Faktor-faktor lainnya

Apakah yang dimaksud dengan risiko sendiri (Own Risk) atau Deductible?
Risiko sendiri atau deductible adalah suatu bagian atau sejumlah nilai kerugian yang harus ditanggung oleh Tertanggung terlebih dahulu untuk setiap kejadian, baik berupa persentase maupun sejumlah nilai tertentu dari klaim yang dibayar.

Contoh :
Sebuah rumah tinggal diasuransikan dengan harga pertanggungan sebesar Rp. 50.000.000,00. Risiko sendiri ditetapkan 10% dari klaim per kejadian. Apabila terjadi klaim sebesar Rp. 10.000.000,00,
maka Tertanggung akan menanggung sendiri kerugian sebesar Rp. 1.000.000,00, sedangkan penggantian yang diberikan Penanggung adalah sebesar Rp. 9.000.000,00.

Apakah Tertanggung boleh membeli lebih dari satu polis asuransi kebakaran yang menutup pokok pertanggungan yang sama, misalnya rumah yang sama?

Boleh saja, tetapi Tertanggung akan rugi karena membayar premi lebih, sedangkan ia tidak akan memperoleh ganti rugi yang melebihi kerugian yang dideritanya. Mengapa? karena secara prinsip, proteksi asuransi tidak boleh memberikan keuntungan lebih bagi Tertanggung, tetapi hanya menempatkan posisi keuangan Tertanggung kepada saat sebelum klaim.

Apakah seseorang bisa mengasuransikan barang atau harta benda yang bukan miliknya?
Tidak bisa, kecuali, jika ia memiliki kepentingan keuangan terhadap barang/properti tersebut, misalnya : pihak Leasing atau Bank.


Apakah yang dimaksud dengan pertanggungan di bawah harga (under insurance)?
Pertanggungan di Bawah Harga adalah suatu keadaan dimana Tertanggung mengasuransikan harta bendanya hanya sebagian dari keseluruhan nilai atau harta benda tersebut dengan maksud untuk efisiensi premi. Bagian dari nilai atau harga yang tidak diasuransikan dianggap ditanggung oleh Tertanggung sendiri, sehingga pada saat terjadi klaim, Tertanggung akan menanggung selisih kerugian yang dideritanya berdasarkan perhitungan "Under Insurance" .

Contoh :
Harga pertanggungan sebuah rumah adalah Rp. 80.000.000,00
Harga pasaran (Actual Value) pada saat terjadi klaim adalah Rp. 100.000.000,00
Risiko sendiri (Deductible) sebesar 10% dari klaim
Terjadi klaim sebesar Rp. 20.000.000,00

Maka pihak asuransi akan memberikan penggantian sebesar :
(Rp.80.000.000,00/Rp.100.000.000,00) X Rp.20.000.000,00 = Rp.16.000.000,00

Setelah dikurangi risiko sendiri , penggantian menjadi :
Rp. 16.000.000,00 - (10% x Rp. 16.000.000,00) = Rp. 14.400.000,00

Selisih yang ditanggung Tertanggung :

Rp. 20.000.000,00 - Rp. 14.400.000,00 = Rp. 5.600.000,00

Mengapa survey lapangan perlu dilakukan?
Survey perlu dilakukan untuk mengetahui besar risiko yang mungkin ada pada objek yang dipertanggungkan agar Penanggung dapat memberikan penawaran yang kompetitif dan juga untuk memberikan rekomendasi teknis kepada Tertanggung mengenai langkah-langkah pengurangan risiko.

Apakah yang dimaksud dengan kelas konstruksi pada asuransi kebakaran?
Konstruksi Kelas I
Bangunan dengan dinding, lantai, atap dan penunjang strukturalnya seluruhnya dan sepenuhnya terdiri dari bahan-bahan yang tidak dapat terbakar, misalnya dinding beton, besi, dll

Konstruksi Kelas II
Sama seperti konstruksi kelas I, hanya saja terdapat perbedaan sebagai berikut :

  • Penutup atap boleh terbuat dari sirap kayu keras
  • Lantai dan penunjang-penunjangnya terbuat dari kayu
  • Dinding boleh terbuat dari kayu atau bahan-bahan yang dapat terbakar dengan maksimum 20% luas dinding.

Konstruksi Kelas III
Semua bangunan lainnya yang tidak termasuk dua kategori di atas, misalnya bangunan kayu
Catatan:
Bangunan konstruksi kelas I yang tidak memiliki dinding akan dianggap sebagai konstruksi kelas II
Bangunan konstruksi kelas II yang tidak memiliki dinding akan dianggap sebagai konstruksi kelas III

Kewajiban apa yang harus dilakukan oleh Tertanggung pada saat terjadi kerugian atau kerusakan?

Pada waktu terjadi kerugian atau kerusakan Tertanggung wajib :

  • Sedapat mungkin menyelamatkan dan menjaga harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan.
  • Mengijinkan orang lain menyelamatkan atau menjaga harta benda atau kepentingan tersebut.
  • Menjaga keselamatan dan atau kepentingan yang dipertanggungkan yang masih bernilai.
  • Segera melaporkan klaim tersebut kepada asuransi baik lisan maupun tertulis.

Bagaimana cara ganti rugi dilakukan bila terjadi klaim?

Ada beberapa cara pemberian ganti rugi yaitu :

  • Perbaikan/repair
  • Tunai/cash
  • Pembangunan kembali/reinstatement

Sesuai kondisi polis Penanggung (perusahaan asuransi) memiliki hak mengenai tata cara pemberian ganti rugi.

Berapakah besar pembayaran klaim yang sekiranya akan diterima Tertanggung?

Dalam hal terjadi kerugian/kerusakan yang dijamin oleh perjanjian penutupan asuransi ini, maka kami akan membayarkan ganti rugi sebagai berikut:

  • Setinggi-tingginya sebesar Jumlah Pertanggungan
  • Perhitungan besarnya kerugian dilakukan dengan membandingkan harga sesaat sebelum dan sesudah terjadinya kerugian atau kerusakan
  • Harga sisa barang yang rusak, diperhitungkan pada jumlah ganti rugi.

Bagaimana bila dalam peristiwa kerugian Tertanggung dapat memperoleh ganti rugi dari pihak ketiga?
Apabila kami sudah membayar klaim secara penuh kepada Tertanggung maka kami berhak untuk menggantikan kedudukan Tertanggung untuk menuntut pihak ketiga yang menyebabkan kerugian tersebut guna memperoleh ganti rugi dari pihak ketiga. Prinsip ini disebut Subrogasi