logo_raksa
 
 
     
 
   
 
 
     

ACCIDENTCARE

 

|----------------------------------------------------------------------------------------------------------------|

Berapakah besar jumlah penggantian Asuransi Kecelakaan Diri?
Untuk kematian penggantiannya adalah sebesar Jumlah Pertanggungan (Sum Insured), sedangkan untuk cacat tetap, jumlah penggantian dapat dilihat pada Tabel Kompensasi. Jaminan biaya pengobatan akibat kecelakaan hanya diberikan bila penutupan asuransinya termasuk biaya pengobatan dan besar penggantian maksimum 10% dari Jumlah Pertanggungan selama periode polis.

Bilamana penggantian akan diberikan?

Penggantian akan diberikan bila:

  • Kematian terjadi dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak terjadinya kecelakaan
  • Cacat tetap terjadi dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak terjadinya kecelakaan

Bagaimanakah perhitungan penggantian Asuransi Kecelakaan Diri?

Contoh Kasus I
Tuan X mengasuransikan dirinya dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp. 100.000.000,00 untuk 3 item yaitu kematian, cacat tetap dan biaya pengobatan dengan periode dari 1 Januari 1999 sampai 1 Januari 2000. Pada tanggal 30 Desember 1999, tuan X mengalami kecelakaan mobil dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Setelah kurang lebih 1 (satu) minggu di rumah sakit, Tuan X meninggal dunia pada tanggal 5 Januari 2000. Biaya selama dirawat di rumah sakit sebesar Rp. 8.000.000,00

Pada kasus ini tuan X tetap mendapat penggantian karena tanggal kecelakaan masih dalam periode pertanggungan (30 Desember 1999) dan kematian terjadi masih dalam waktu 12 bulan sejak kejadian kecelakaan tersebut. Tuan X akan mendapat santunan kematian sebesar Rp. 100.000.000,00 ditambah biaya pengobatan Rp. 8.000.000,00

Contoh kasus 2
Tuan Y mengasuransikan dirinya dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp. 50.000.000,00 untuk item kematian dan cacat tetap tanpa item biaya pengobatan dengan periode 1 Januari 1999 sampai 1 Januari 2000. Pada tanggal 26 Desember 1999 Tuan Y tertabrak kendaraan dan dibawa ke rumah sakit serta harus diamputasi sebelah kakinya. Biaya pengobatan di rumah sakit sebesar Rp. 3.000.000,00 dan dalam table kompensasi sebelah kaki mendapat penggantian 50%.

Besar penggantian yang diperoleh Tuan Y adalah sbb:

Karena Tuan Y tidak menutup pertanggungan item 3 (biaya pengobatan) maka biaya pengobatan sebesar Rp. 3.000.000,00 tidak diganti, tetapi santunan atas kehilangan sebelah kaki dibayarkan sebesar
50% x Rp. 50.000.000,00 = Rp. 25.000.000,00

Bagaimanakah tata cara pembatalan polis dan pengembalian premi?

  • Tertanggung maupun Penanggung masing-masing berhak menghentikan pertanggungan ini tanpa diwajibkan memberitahu alasannya
  • Pemberitahuan penghentian Polis dilakukan secara tertulis yang dikirim oleh pihak yang ingin menghentikan pertanggungan kepada pihak lainnya ke alamat terakhir yang diketahui
  • Penanggung bebas dari segala kewajiban berdasarkan polis ini, 7 x 24 jam terhitung sejak tanggal pengiriman surat pemberitahuan tersebut, pukul 12 siang waktu setempat
  • Dalam hal Penanggung yang membatalkan, Penanggung waijb mengembalikan premi untuk jangka waktu yang belum habis secara prorata
  • Dalam hal Tertanggung yang membatalkan, Tertanggung wajib membayar premi untuk jangka waktu yang sudah dijalani, yang diperhitungkan menurut skala premi pertanggungan jangka pendek seperti terlihat pada tabel di bawah ini :
Jangka Waktu Penutupan
Prosentasi Tarif
3 hari (minimal)
5%
10 hari
10%
1 bulan
20%
2 bulan
30%
3 bulan
40%
4 bulan
50%
5 bulan
60%
6 bulan
70%
7 bulan
75%
8 bulan
80%
9 bulan
85%
10 bulan
90%
11 bulan
95%

* dalam hal terjadi pengembalian premi Penanggung berhak memperoleh minimum premi sebesar Rp.50.000,00

Contoh kasus:
Tuan A membeli polis Asuransi Kecelakaan Diri untuk dirinya dengan nilai pertanggungan Rp.100.000.000,00 dan membayar premi sebesar Rp.250.000,00 lalu 3 bulan kemudian terjadi pembatalan polis, maka:

Bila Penanggung (kami) yang membatalkan
premi yang ditahan : 3/12 bulan x Rp. 250.000,00 = Rp. 62.500,00
premi yang dikembalikan : Rp. 250.000,00 – Rp. 62.500,00 = Rp. 187.500,00

Bila Tertanggung yang membatalkan
premi yang ditahan : 50% x Rp. 250.000,00 = Rp. 125.000,00
premi yang dikembalikan : Rp. 250.000,00 – Rp. 125.000,00 = Rp. 125.000,00